Selain Purwaceng, Para Raja di Jawa Biasa Gunakan Ini untuk Obt Kvat
BINAHUSSADA - Seorang raja di masa lalu, biasanya mempunyai empat istri utama, belum termasuk selir atau budak (lembu peteng). Karena itu, mereka membutuhkan ramuan khusus untuk menjaga kesehatan dan stamina. Apa saja? Cek rahasianya dalam artikel berikut ini!
Fakta pertama, di dataran tinggi Dieng, Wonosobo, tumbuhlah tanaman purwaceng yang hanya bisa dipanen 4 atau 5 tahun sekali. Tanaman ini hanya ada di sekitar Dieng saja. Tanaman ini punya kasiat hebat bagi para raja yang ingin digdaya saat brhbngn dengan para istri dan selirnya.
Berdasarkan banyaknya tinggalan candi-candi, daerah Wonosobo pernah menjadi kerajaan Hindu. Orang-orang dari berbagai lapisan, mulai dari orang-orang biasa hingga raja merasa wajib memakai tanaman purwaceng. Konon, sejak zaman raja-raja Hindu di Jawa Tengah, tanaman ini sudah lama dijadikan vgra.
Di era Mataram Islam, Sunan Pakubuwono X yang terkenal doyan selir (konon memiliki hingga 45 selir) menggunakan resep warisan leluhurnya untuk menjaga stamina dan kedigdayaannya. Lalu apa saja resep ramuan yang dipakai Sunan Pakubuwono X.
Dikutip Binahussada dari laman Kerajaannusantara.Com, berikut bahan-bahan dan proses meramunya yang bisa Anda praktikan sendiri di rumah.
Bahan-bahannya adalah merica, daun sirih dan bawang lanang. Di mana 40 butir merica, 40 lembar daun sirih dan 40 bawang lanang di rebus lalu disaring. Setelah disaring, bahan-bahan itu dihaluskan dengan batu. Setelahnya diembunkan semalam sebelum diminum.
Nah, itulah resep rahasia para Raja Jawa yang bisa menginspirasi Anda agar lebih sakti saat bertempur.
