Ads Top

Teknik Pijat Perut untuk Obati Maag (Asam Lambung)

BINAJATI - https://binajati.blogspot.com

BINAHUSSADA - Beberapa orang peneliti akhir-akhir ini melakukan penyelidikan untuk menghindari ketergantungan terhadap obat medis dalam rangka penyembuhan GERD. 


Hailing dari Departemen Fisioterapi Fakultas Kedokteran di Universidad CEU Cardenal Herrera of Valencia mempublikasikan temuannya dalam laporan jurnal.


Para peneliti memfokuskan riset mereka pada orang-orang yang mengalami GERD.


Refluks asam lambung atau maag terjadi bilamana isi dari rongga lambung, termasuk asam lambung naik ke atas ke bagian kerongkongan (esofagus). Hal ini akan menyebabkan sensasi terbakar yang tidak nyaman yang dikenal dengan istilah heartburn.


Bagi orang dengan GERD, refluks asam lambung dapat menjadi suatu kejadian yang lumrah. Namun, hal ini sangat memberikan dampak yang signifikan bagi kualitas hidup mereka.


Baca juga:


Pilihan pengobatan saat ini umumnya melibatkan penggunaan jangka panjang obat medis berupa penghambat pompa proton (proton pump inhibitors – PPIs). Walaupun obat ini banyak dilaporkan sebagai obat yang efektif, akan tetapi juga menimbulkan efek samping bagi sebagian orang dan meningkatkan risiko penyakit ginjal kronis.


Para ilmuwan yang terlibat pada banyak riset melakukan investigasi apakah jenis pijatan yang disebut dengan myofascial release (MFR) atau pijat miofasial dapat meringankan gejala GERD.


Apa itu Myofascial Release (MFR)?


Myofascial release adalah jenis teknik pijatan yang berfokus pada fasia. Profesor Dolores Arguisuela, wakil direktur penelitian, menjelaskan bahwasanya fasia adalah jaringan ikat yang membungkus keseluruhan struktur tubuh, semisal otot, tulang, pembuluh darah, dan organ-organ. Ini berfungsi untuk mendukung dan menopang, mengalirkan ketegangan antara struktur yang dibungkusnya.


Menurut ulasan MFR, tekniknya adalah terapi manual yang melibatkan penerapan peregangan beban ringan dan durasi yang lama pada kompleks miofasial. Hal ini dimaksudkan untuk mengembalikan bentuk struktur menjadi optimal, meredakan nyeri, dan memperbaiki fungsi.


Para peneliti ingin memahami apakah MFR dapat mengurangi refluks asam lambung, memperbaiki kualitas hidup, dan mengurangi penggunaan obat-obat medis yang dipakai. 


Mereka menjelaskan bahwa intervensi MFR yang mereka desain untuk digunakan pada riset untuk meregangkan serat-serat otot diafragma.


Diafragma adalah otot penghalang yang memisahkan rongga perut dan rongga dada. 


Para ilmuwan memokuskan untuk memijat fasia di sekitar diafragma karena otot ini berbatasan langsung dengan bagian atas lambung dan memiliki peran dalam mengehtikan refluks asam lambung ke kerongkongan (esofagus).


Pijatan vs Refluks Asam Lambung


Dalam penelitian mereka mengambil 30 orang peserta atau partisipan yang berusia 18 sampai 80 tahun yang menderita penyakit asam lambung naik. Setengah dari partisipan ini menerima terapi MFR langsung dari terapis yang profesional dan berpengalaman. Sementara itu, setengah sisanya mendapatkan terapi pijat palsu.


Setiap partisipan memperoleh empat sesi pijatan masing-masing 25 menit. Ini dilakukan sebanyak dua kali dalam seminggu.


Selama sesi MFR ini berlangsung, terapis menggunakan 6 teknik yang menargetkan fasia diafragma. 


Bagi mereka yang mendapatkan terapi pijatan palsu juga mendapatkan 6 teknik akan tetapi tidak berfokus penekanan pada area fasia.


Para ilmuwan menilai pengaruh dari terapi MFR ini menggunakan tiga pengukuran, yaitu:

  1. Tingkat keparahan dan frekuensi timbulnya gejala GERD diukur dengan menggunakan 12 item kuesioner
  2. Kualitas hidup, dinilai dengan menggunakan 36 item kuesioner
  3. Penggunaan PPI, diukur dalam miligram obat yang diminum partisipan

Para peneliti melakukan pengukuran pada waktu sebelum sesi pertama MFR, setelah 1 minggu MFR, dan 2 minggu setelah sesi terakhir MFR.


Baca juga:

• Cara Cepat Obati Maag Menahun dengan Pijat Refleksi & Akupresur, Dijamin Sembuh Ngga Kambuh Lagi


• Atasi Asam Lambung Tinggi (Maag) & Perut Kembung dengan Konsumsi 4 Jenis Buah Ini, Dijamin Sehat


Dibandingkan dengan kelompok yang mendapat terapi pijatan palsu. Pada waktu 2 minggu setelah sesi terakhir, terdapat kelompok yang menunjukkan perbaikan yang signifikan berupa meredanya gejala GERD yang dialami dan meningkatnya kualitas hidup. Para peserta di kelompok ini juga lebih sedikit menggunakan obat golongan PPIs.


Temuan awal ini menunjukkan bahwa penerapan protokol MFR yang diaplikasikan pada riset ini dapat menurunkan gejala dan penggunaan obat PPIs. Selain itu juga meningkatkan kualitas hidup pasien dengan penyakit GERD nonerosif sampai empat minggu setelah akhir pengobatan.


Sumber:

Medicalnewstoday.Com - Cara Memijat Perut Untuk Mengobati Penyakit Asam Lambung Naik

Teknik Pijat Perut untuk Obati Maag (Asam Lambung) Teknik Pijat Perut untuk Obati Maag (Asam Lambung) Reviewed by Tabib Wira on 07:11 Rating: 5